Tentara Tuhan kota vs tentara Tuhan desa
( Dan Tuhan pun tak ada)
Tempat seperti bebatuan akan sangat penting. Sepenting wanita bagi pria, sepenting puting seorang ibu bagi bayi dan suaminya. Kadang semua itu akan terasa aman namun tidak bagi salah satu kerumunan. Kali ini akan ada suatu yang berbeda. Sesuatu yang akan membuat jiwa jiwa para penghuni surga pun enggan berada disana. Enggan karena hari itu hari berdirinya sebuah jemaah. Mereka akan muncul kedunia. Hari ini sudah seharusnya warga negara Islam keras hancur. Kita tahu bahwa salah nama akan membuat seseorang sekecil kecoa pun besar.
Hari ini adalah hari kebangkitan buat warga warga di manapun berada, kebangkitan bagi jiwa yang telah lama berduka. Yang telah lama dipinjam namanya. Ingatlah jiwa kita berada disebuah garis. Garis yang berupa merah bagai benang. Menangislah bersama sama untuk kemudian berhimpitan dengan cendol yang berada bagai slilit. Aku tahu itu sangat menyakitkan namun coba untuk dengarkan bahwa mulai hari ini ketika kita! sekelompok orang orang sama sama menangis karena nasibnya yang dari dulu tidak berubah.
Jemaah itu bernama jemaah anti agama keras, bagi orang orang yang sedang murung karena perbuatan orang, mati karena bertengkar, bagi yang suka bola, bagi yang suka makan. dan yang suka bertengkar lebih baik disurga surga yang telah lama ditinggal orang orang didalamnya, baik yang suka menyanyi, bagi yang suka akan kemerdekaan mutlak. Jemaah itu adalah jemaah yang sangat penting karena kita tahu warga negara agama keras sudah mulai tidak becus kinerjanya. Semua dimusuhinya. Kekerasan yang dibela. Sudah saharusnya di kudeta. Hari itu hari perjuangan sudah saatnya orang orang berkumpul untuk merenungi nasibnya bukan Cuma agama
Nasib harus diperangi, karena kita tahu bahwa nasib tak bisa dilawan. Tapi kita tak pungkiri bahwa berdiam diri hanya milik orang yang suka mengebiri burungnya sendiri.
Keajaiban untuk tetap hidup karena bukan agama, jauh lebih berharaga dari pada orang yang beragama. Kita bukan tak beruntung, kita tak sedang dipermainkan tuhan yang tertawa terpingkal pingkal karena lihat tangisan kita mengalir malu malu. Coba lihat… dangan kacamata kerbau, lihatlah! Aku ingin seribu agama mati. Yang dilihat oleh penduduk 16 negara. Itulah jawaban yang pantas. Tetap tersenyumlah walau kau menangis karena memang sudah seharusnya. Aku yakinkan tidak ada seorang bijakpun di dunia yang akan berdiri tegak ketika sudah berhadapan dengan Agama. Seorang osama bin laden pun mati karena itu.
Saya adalah orang yang sangat patuh pada orang tua. Dan mau mati karenanya. Jadi jangan usik ayah saya. Dan gusdur adalah ayah saya. tak boleh ada yang tertawa pada gusdurian sejati. Aku tak berniat berdiskusi jika ayah saya dihina. Tak boleh. Satupun. Pun dengan orang orang yang dengan seenaknya mau menghakimi. Tangan saya tak sebesar tyson. Dan otak saya tak seencer bensin. Tapi ingat saya masih punya katapel dirumah.
Panggilan untuk semua orang yang peduli pada agama, jemaah ini untuk kita bersama, menangislah bersama sama sambil ucapkan kalimat untuk mengutuk tuhanya masing masing. Tak pantas kita berdiam diri, karena kita mirip kata allhamdullah yang sering diucapakan oleh anak kecil sambil main judi.
Bergabunglah karena hari itu mungkin kita akan mati bersama sama. Kita akan hidup untuk hari ini bukan karena kemarin dan juga untuk besok. Jemaah kita punya komitmen bersama bahwa agama sebenarnya bukan jalan satu satunya. Tertawalah kawan dalam ketiak masing masing karena kita yakin itu akan menghanguskan musuh bebuyutan kita, warga negara agama keras.


Recent Comments